Spesimen Tawon Garuda Harus Kembali ke Indonesia

Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Rabu, 4 April 2012 | 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kecolongan dalam publikasi spesies serangga baru, Megalara garuda. Publikasi hasil kerjasama riset antara LIPI dengan University of California, Davis itu tidak menyertakan nama peneliti serangga LIPI, Rosichon Ubaidillah yang sebenarnya terlibat penelitian.

Rosichon saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/4/2012), mengatakan, "Ini kita betul-betul kecolongan. Saya dan kita dari LIPI betul-betul kecewa dan marah juga."

Terkait dengan peristiwa ini, Rosichon mengatakan bahwa Indonesia tidak boleh merugi lagi. "Sekarang yang paling penting, spesimen yang digunakan untuk identifikasi itu harus dikembalikan ke Indonesia. Sampai sekarang belum ada," ungkap Rosichon.

Spesimen yang dipakai untuk identifikasi (holotype) harus menjadi salah satu koleksi yang menambah kekayaan koleksi di Museum Zoologi Bogor. Koleksi spesimen sangat berguna bagi penelitian taksonomi selanjutnya, sebagai bahan pembanding untuk menemukan spesies baru lainnya.

University of California Davis saat ini memiliki ratusan ribu spesies serangga. Lynn S Kimsey, peneliti yang terlibat dalam penemuan Megalara garuda sudah menemukan 300 spesies baru.

Sebagai perbandingan, Museum Zoologi Bogor masih belum mampu menjadi representasi keanekaragaman hayati Indonesia. Masih banyak spesies asal Indonesia yang disimpan di Eropa, bahkan Singapura.

Terkait permintaan Rosichon untuk mengembalikan holotype Megalara garuda ke Indonesia, Wakil Kepala LIPI, Endang Sukara, mengatakan hal itu harus dilakukan.

"Spesimen itu kan milik kita. Kalau kita minta ya mereka (UC Davis) harus manut," kata Endang saat dihubungi, Rabu (4/4/2012).

Endang mengatakan bahwa LIPI akan mempelajari kasus ini. Menurutnya, mengikutsertakan nama peneliti Indonesia, jika memang terlibat riset, adalah suatu keharusan dan bagian dari etika.

Jika terbukti melanggar etika, maka LIPI akan menyurati University of California, Davis, terkait hal ini.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2012/04/04/13495165/Spesimen.Tawon.Garuda.Harus.Kembali.ke.Indonesia (10 April 2012)
---------------------------------------

Berita lain:
  1. LIPI "Kecolongan"
  2. Raja Tawon Bernama Garuda
  3. Inilah Monster "Garuda" dari Sulawesi
  4. Menilik Perbedaan TOEFL dan IELTS
  5. Hadapi Tes TOEFL Perlu Taktik dan Strategi
  6. A-Z Tes TOEFL Berbasis Internet
  7. Yang Perlu Diketahui tentang IELTS
  8. "Technopreneur" Langka di Indonesia
  9. Mikroba Untuk Antiosteoporosis
  10. Peneliti Asing Incar Lautan
  11. Tradisi Lisan Bisa Jadi Mediasi Konflik
  12. Tradisi Lisan Jadi Bahan Ajar
  13. Angklung Warisan Dunia
  14. Bahasa Asing di RSBI Tidak Efektif
  15. Tangani Lingkungan Dengan "Ecoregion"
  16. Bahasa Asing Jangan Jadi Bahasa Pengantar
  17. Harus Bangga Gunakan Bahasa Indonesia
  18. Indonesia Pusat Peradaban Dunia
  19. Vertebrata Dunia Terancam Punah
  20. Lemah Koordinasi Lembaga Riset
  21. Temulawak Dipatenkan Asing

beranda